Terima Kasih 2025 dan Selamat Datang 2026
Ketika akan memasuki 2025, aku sempat khawatir bagaimana akan menghadapi tahun 2025 itu. Secara di dua tahun sebelumnya kehidupanku seakan kembali normal. Berada di kota besar dan melanjutkan kuliah. Sebuah proses hidup yang sangat aku impikan. Aku bisa tinggal di lingkungan yang memungkinkan aku untuk lebih bertumbuh secara keilmuan, kekarian dan akhirat. Begitu pikirku dan akhirnya terwujud meski sesaat.
Kehidupan itu membuat separuh duniaku yang terasa hilang mulai kembali. Padahal kehidupanku di pulau tak seburuk yang kurasakan. Namun kita manusia memang selalu membanidngkan dan merasa tak cukup. Syukurnya aku hanya membandingkan hidupku yang dulu dan sekarang. Tidak membandingkan terlalu jauh dengan kehidupan orang lain.
Perlahan, duniaku yang tadi telah pulih seakan kembali hilang saat aku kembali ke pulau. Mungkin ini yang dinamakan syndrom pasca study. Tidak ada yang salah dengan itu semua. Hanya saja manusiawi bahwa adaptasi itu tidak mudah. Jika ketimpangan demi ketimpangan yang dirasakan itu perbedaannya hanya sedikit, mungkin tidak menjadi masalah. Tapi yang kurasakan perbedaan itu sangat besar. Pikiranku sering bentrok. Sementara aku tidak bisa memberontak. Aku tidak bisa mengubah karakter seseorang sebagaimana idealnya dalam pikiranku berdasarkan teori-teori growth mindset yang kupelajari. Akhirnya dapat kusimpulkan, perbedaan jenjang pendidikan dan bagaimana seseorang melalui pendidikan tersebut memengaruhi pola pikir dan gaya hidup individu.
Di tulisan ini aku tidak mengutip kalimat atau teori siapapun. Tulisan ini murni subjektivitas pikiranku yang tak perlu validasi dibenarkan oleh orang lain atau sejenisnya. Anggaplah ini refleksi akhir tahunku dan berhubung sepertinya otakku agak random setelah mengetahui mataku silinder. Sesuatu yang membuatku shock. Selama ini mataku sehat walafiat dan aku cukup menjaga kesehatan mataku.
Tahun 2025 yang bergejolak akhirnya terlewati. Sungguh banyak hal yang membuat aku lebih bersabar seperti misal menghadapi birokrasi dan perubahan sistem pendidikan yang menjengkelkan, respon datar dari orang-orang terhadap sesuatu yang buruk dan negatif padahal ada kesempatan untuk menjadikannya positif, tentang mutasi teman satu per satu dan akhirnya sendiri, ketemu teman yang hobinya unjuk diri sementara tidak punya kontribusi, kabar meninggalnya orang-orang yang kukenal hingga baru-baru ini lihat postingan orang yang kusukai menikah. Kupikir kami berjodoh karena ada banyak usaha yang sudah kulakukan. Rupanya aku mengalami sendiri trend tiktok ala-ala,"Dia akad sebelum aku ke Rinjani." Wkwkwk...ngenes merasa diabaikan tapi diiringi tawa. Ternyata aku sebodoh itu kalo suka sama orang. Mungkin ini cara Allah bikin aku sadar bahwa orang seperti itu bukan untukku meski dia nya baik.
Apalagi ya? Kayaknya perlahan tapi pasti di pertengahan 2025 aku mulai menata diri untuk sadar. Aku kerap kali mengatakan pada diriku sadaaar...sadar....sadaaaar vitaaa...Aku gak lagi gampang ngamuk melihat hal-hal tidak ideal di mataku. Menurut pikiranku, apa sih susahnya menjadi baik? Hidup udah baik-baik aja kadang ada aja gangguan dari luar. Apalagi hidup gak baik-baik. Hidup normal-norlam mengikuti norma agam dan sosial aja masih ya allah ya allah...apalagi hidup gak normal.
Makin lama aku makin ngawur ya. Ternyata hasil pemeriksaan mata silinder ini cukup memengaruhi pikiranku. Mataku gampang lelah. Well, aku bersyukur malam ini hujan biar tidak ada perayaan tahun baru di luar sana.. Mohon maaf jika kurang berkenan. Tulisan ini juga kudedikasikan kepada diri sendiri karena galau berat. Tagihan perpanjang domain besok sudah datang. Aku galau akan memperpanjang domainnya lagi apa tidak ya? Dulu niat pasang domain supaya tulisan di blog ini bisa dimonetisasi. Ternyata aku mager banget menulis di sini. Bahkan mulai mager menulis dimana-mana. Aku sedang berusaha mencari motivasi kembali menulis. Apakah kamu motivasiku? Kamu? Memangnya kamu yang mana? Yang sedang baca tulisan ini sambil senyum-senyum? Atau kamu yang sedang mendoakanku?
Sudahlah yaaa...aku mau bobok saja. Lelah sekali setahun ini. Semoga 2026 nanti ada banyak kabar gembira yang bisa kubagikan kepada semua. Sehat-sehat dan panjang serta berkah usia kita yaaa....with love.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Udah baca kan? Kasih komentar ya biar kedepannya makin baik lagi. Terima kasih.